-
-

Coba ingat lagi...

Apakah ini sering terjadi?


- Jam 9 malam baru kepikiran besok mau masak apa.

- Buka kulkas berkali-kali.

- Sayur masih ada.

Ayam juga ada.

Tetap bingung.

- Akhirnya beli lagi.

- Besok masih bingung lagi.

Kalau iya...

Berarti Ibu tidak sendirian.

Selama ini kita mengira masalahnya ada di sini...

-

- Kurang resep.


- Kurang pintar masak.


- Kurang rajin.


- Kulkas kurang besar.


- Harus beli organizer.




Karena itu...

Kita sibuk mencari resep baru.

Beli wadah baru.

Beli rak baru.

Beli freezer.

Tetapi...

Besok malam tetap bertanya.

"Besok masak apa ya?"

Padahal akar masalahnya bukan itu

Yang melelahkan bukan memasak.


Yang melelahkan adalah...


Harus mengambil puluhan keputusan kecil setiap hari.


  1. Hari ini masak apa?
  2. Besok belanja apa?
  3. Bumbunya cukup tidak?
  4. Ayamnya sudah dicairkan belum?
  5. Sayurnya masih ada?
  6. Masih harus ke pasar tidak?
  7. Semua keputusan kecil itu akhirnya menumpuk.
  8. Dan membuat dapur terasa melelahkan.
-

Bukan karena Ibu tidak bisa mengatur dapur.


Tetapi karena semuanya masih mengandalkan ingatan.

-

Itulah yang disebut

SISTEM DAPUR!

-

Selama ini banyak ibu mengatur dapur berdasarkan ingatan.


Padahal akan jauh lebih ringan kalau dapur mempunyai sistem.


Saya akan menunjukkan bagaimana satu sistem sederhana bisa membantu menyusun menu, membuat daftar belanja, mengatur isi kulkas, sampai membantu persiapan memasak.


-